www.seputarasuransi.com - semuanya ada disini - saatnya berasuransi syariah - saatnya menuju kebaikan

Benefit Da'wah Mu'amalah

Jika kamu merasakan sakit, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) juga merasakan sakit sebagaimana yang kamu rasakan. Namun kalian mengharapkan sesuatu kepada Allah yang mereka tidak dapat mengharapkannya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 
(QS. An-Nisa : 104)



Terdapat  beberapa hikmah yang  dapat  dipetik  dari  ayat  di  atas,  diantara hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut : 
1. Bahwa   sesungguhnya   Allah   SWT   menciptakan   manusia   dalam   kondisi   harus  berusaha dan bersusah payah,  untuk menggapai cita-cita dan impian hidupnya. Hal ini merupakan sunnatullah yang telah Allah tetapkan untuk kita menjalani kehidupan di dunia. Bahkan, terkadang untuk menggapai cita dan impian, bukan hanya harus bersusah payah, terkadang kita juga harus bersakit-sakit, meneteskan air mata, bahkan juga harus berdarah-darah. Namun  sekiranya kita bisa memaknai  hal  ini, (yaitu bahwa cita-cita kita adalah  menegakkan kalimatullah  di  muka bumi,  dengan menda'wahkan  ekonomi syariah (baca   ;asuransi   syariah)   dengan   sepenuh   jiwa   dan   raga   kita),   tentulah   kita   akan merasakan  itu  semua  tidak   akan sia-sia.  Itu semua akan  dicatat  oleh Allah SWT  dalam mizan hasanah  kita,  di  yaumil  akhir  kelak. Sebuah bait  syair mengatakan,  “Setiap  tetes peluh dan darah.. tak akan sirna ditelan masa... segores luka di jalan Allah... kan menjadi  saksi penjuangan...” 

Allah SWT berfirman kepada kita : 
Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam kondisi bersusah payah 
(QS. Al-balad/ 90 : 04)

2. Jika   kita   bersusah   payah,   maka   sesungguhnya   orang-orang   kafir   pun   dalam “menda'wahkan”   ideologi,   pemikiran,   atau   konsep   ekonominya   pun   juga bersusah payah sebagaimana kita juga bersusah payah. Terkadang bahkan “mujahadah” mereka   dalam   memperjuangkan   konsep-konsep  jahiliyahnya,   jauh   lebih   maksimal dibandingkan dengan usaha dan mujahadah kita untuk memperjuangkan ekonomi ilahiyah (baca  ;   ekonomi   syariah).   Allah   SWT   menggambarkannya   bahwa   mereka  tiada   henti- hentinya  memerangi   kita,   untuk  dapat   mementahkan  kembali  idiolgi   kita,   melemahkan kita, bahkan juga memperdaya kita. Mungkin dalam sehari konsep mereka bekerja selama 24  jam, dalam sepekan konsep  mereka  merambah  umat  Islam  selama  tujuh hari  tanpa henti, dan  dalam satu tahun mereka mempropagandakan konsep-konsep mereka selama 365 hari tanpa kenal lelah. 

Allah SWT befirman : 
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya 
(QS. Al-Baqarah/ 2 : 217)

3. Kendatipun  antara   kita   dan   mereka   sama-sama   bersakit-sakit,   bersusah-susah bahkan juga berdarah-darah dalam menda'wahkan konsep  dan ideologi masing-masing,   namun   ada   satu   perbedaan   yang   sangat   substansial   antara   kita   dan mereka, yaitu bahwa kita mengharapkan sesuatu dari Allah SWT, dimana mereka tidak   bisa   mengharapkannya.  Hal   ini   adalah   karena   pondasi   perjuangan   kita   dan mereka   berbeda.   Pondasi   perjuangan   kita   adalah   untuk   menegakkan  kalimatullah, mengharapkan segala keridhaan  Allah.  Sementara  pondasi  perjuangan  mereka, mungkin hanya dunia semata, yang terkadang dunia hanyalah menjadi fatamorgana.  Dunia hanya impian  yang tiada bertepi,  seolah mereka mengejar sesuatu  yang tiada akhirnya.   
Dimana pada intinya, manusia tidak  akan  pernah  merasa puas  terhadap  apa yang telah mereka miliki.

4. Setidaknya,  ada enam benefit yang akan didapatkan oleh pejuang ekonomi syariah,  yaitu sebagai berikut : 
a. Mendapatkan  khumrin  na'am.  Khumrin   na'am  adalah  unta  berbulu  merah  yang merupakan simbol harta terbaik  yang dimiliki oleh orang Arab pada masa Rasulullah SAW.   Dalam   hadits  disebutkan   Rasulullah   SAW   bahwa  mengajak   orang  lain  untuk  berbuat  baik,  sesuai dengan  hidayah  Allah  SWT,  akan mendapatkan  balasan berupa kebaikan  yang lebih  baik  dibandingkan  dengan  khumrin na'am.  Dan dalam  konteks berasuransi,   mengajak   orang  lain  untuk   berasuransi   secara  syariah   sesuai  dengan tuntunan   Islam,   adalah   termasuk   mengajak   orang   lain   untuk   berbuat   baik   sesuai dengan hidayah Allah SWT. 

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda : 
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu itu lebih baik bagimu daripada unta merah. 
(HR. Bukhari)

b. Mendapatkan   pahala   yang   terus   menerus   mengalir.  Allah   akan   memberikan pahala yang tiada akan terputus terhadap orang yang “memprospek” atau berda'wah kepada  orang lain untuk  melakukan kebaikan,  selama  orang tersebut  mengamalkan apa yang kita ajarkan.  Konsep kebaikan dalam Islam adalah bahwa setiap perbuatan baik   akan   dibalas   dengan   kebaikan   juga.   Dan   memprospek   orang   lain   untuk  berasuransi secara syariah,  merupakan  bentuk  dari  mengajak  orang  lain melakukan kebaikan.   

Dalam   sebuah  hadits   Rasulullah   SAW   bersabda,  “Dari   Abu   Hurairah   ra,  Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengajak pada suatu kebaikan, maka  ia  akan  mendapatkan   pahala  seperti   pahala  yang  mengikutinya  tanpa  mengurangi  pahala  orang   tersebut   sedikitpun.   Dan   barang   siapa   yang   mengajak   pada   suatu  keburukan maka  ia akan mendapatkan dosa seperti dosa  orang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang tersebut sedikitpun.” (HR. Muslim)

c. Mendapatkan fadhilah silaturrahim. Diantara konsekwensi da'wah adalah “harus” melakukan prospek   dari  satu  orang ke  orang lain,  dan  dari  satu tempat  ke  tempat  lainnya,   atau  juga  melakukan  komunikasi  yang   baik.  Semakin  banyak  orang  yang diprospek, semakin banyak tempat yang dikunjungi, atau semakin banyak orang yang dihubungi  (meskipun  hanya dengan alat  kemomunikasi),  akan semakin banyak  pula “benefit” yang kita terima. Sehingga idealnya seorang aktivis ekonomi syariah adalah seseorang yang paling banyak  kerja  dan “prospeknya”, yang  insya Allah yang paling banyak juga pahala silaturahimnya. Salah satu benefit dari silaturahim adalah  “lapang rizkinya” dan “panjang umurnya”, sebagaimana digambarkan dalam hadits : Dari Anas bin   Malik   ra   berkata,   bahwa    Rasulullah   SAW   bersabda,   
“Barang   siapa   yang  menginginkan   rizkinya   dipalangkan   dan   dilanggengkan   nama   baiknya,   maka hendaknya ia “menyambung” tali  silaturahimnya.” 
(HR. Bukhari)

d. Mendatangkan   Keberkahan.  Ketika  terjadi   transaksi  terhadap   satu  objek,   maka Allah SWT akan    memberikan  keberkahan  pada “proses transaksi” tersebut,  selama dilakukan secara   “compliance” dengan syariah.  Compliance  yang dimaksud  minimal harus    memenuhi  dua kriteria;  yaitu  pertama adanya  kejujuran antara  kedua belah pihak,  dan  kedua  adanya  kejalasan  (tidak  gharar).  Sehingga  “ujrah”  dari  transaksi yang dilakukan, bukan hanya bernilai halal, namun lebih dari itu, ujrah tersebut  juga menjadi berkah. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, 
“Dua orang penjual  dan pembeli boleh melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya benar   (jujur)   dan   menjelaskan   keadaan   barang   (yang   diperjual   belikan),   maka keduanya   akan   diberikan   keberkahan   dalam   jaul   belinya.   Dan   jika   keduanya menyembunyikan   dan   berdusta,   maka   akan   dihapuskan   keberkahan   jual   beli  keduanya” 
(HR. Bukhari)

e. Mendapatkan ampunan dosa.  Benefit  lainnya yang sangat  berharga bagi  seorang pejuang ekonomi  syariah adalah, mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas  segala dosa-dosanya.  Karena   pejuang   ekonomi   syariah,   ia   bekerja  dalam  rangka   untuk mensyiarkan syariah Islam, pekerjaannya halal dan mendatangkan keberkahan serta mengajak orang untuk beramal shaleh dalam lingkup asuransi syariah.  Lebih dari itu, pejuang  ekonomi syariah  bukan hanya “bekerja”, namun ia  juga  berdakwah  menuju hidayah Allah SWT. Dalam beberapa riwayat disebutkan : 
Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan  lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya,  maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa- dosanya diampuni oleh Allah SWT. 
(HR.  Thabrani)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW  bersabda ;
 ‘Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, haji dan umrah.’ Sahabat bertanya, ‘Apa yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Semangat dalam mencari rizki.’ 
(HR. Thabrani)

f. Dijanjikan  Surga.  Pejuang  ekonomi  syariah,  diberi  kabar  gembira oleh  Rasulullah SAW berupa “jannah”. Ia  akan  dikumpulkan kelak  bersama para nabi, shiddiqin dan juga   syuhada’.   Dan  para  Nabi,   shiddiqin   serta   syuhada'   tidak   memiliki   tempat   di akhirat, melainkan di dalam surga. Dalam sebuah hadits digambarkan :
                                                  
Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama 
para nabi, shiddiqin dan syuhada’. 
(HR. Turmudzi)
5. Inilah benefit  yang  akan kita  dapatkan  sebagai  pejuang  ekonomi  syariah,  yang  tentunya  tidak  akan  didapatkan  oleh pejuang-pejuang  ekonomi  selain  ekonomi syariah. Jika kita letih, mereka juga mungkin merasa lebih letih. Jika kita sakit, mungkin mereka  juga  jauh   lebih   sakit   dibandingkan  kita.  Jika   kita  bersusah   payah  dan   bahkan mungkin   habis-habisan   dalam   menda'wahkan   ekonomi   syariah,   mereka   juga   sama bersusah  payah  dan   habis-habisan  dalam   menda'wahkan   ekonomi  non  syariah.   Namun ada   benefit-benefit   yang   kita   harapkan   dari   Allah   SWT,   yang   mereka   tidak   mungkin  mendapatkannya,   yaitu  minimal   enam   poin  di  atas  (khumrin  na'am,  pahala  yang  terus menerus   mengalir,   mendapatkan   fadhilah   silaturahim,   mendatangkan   keberkahan, mendapatkan   ampunan   dosa   serta   dijanjikan   surga).   Jadi,   masihkah   kita   ragu   dalam menegakkan  ekonomi  syariah?  Ya  Allah..  Kuatkan  kami  dalam   menda'wahkan  kalimah-Mu... Amiiiiin. 
Wallahu A'lam Bis Shawab

By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah Takaful Indonesia
seri 025






Related Article:

 
Copyright 2010 Blog TAKAFUL. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog